Logo KSEI FE UNP

Saya suka design, setidaknya itu dulu waktu kuliah, buat pamflet dan semacamnya untuk kegiatan dan seminar organisasi dikampus.

Sampai sekarang? masih, meski otodidak dan amatiran. Sampai adik2 dikampus minta bantu buatin logo Kelompok Studi Ekonomi Islam

Hal yang paling rumit dari logo adalah filosofisnya, karena ini merepresentasikan sebuah organisasi, visi misi,  harus sarat dalam sebuah logo dengan maknanya.

KSEI FE UNP sebenarnya sudah dibentuk sejak 2008 lalu, meski baru sekarang baru tahap legalisasinya. sehingga belum punya landasan filosofis untuk saya terjemahkan kedalam logo.

Alhasil, mencoba meraba2 dan menafsirkan sendiri maksud dan tujuan organisasi ini kedalam logonya berikut beberapa unsur yg saya ambil

  1. Tulisan KSEI yang berbentuk teratai
  2. Kubah & Gonjong yg mirip Mesjid Raya Sumbar
  3. K dan I yang jadi penopang Kubah dan Gonjong berwarna hijau
  4. S = Studi yang bewarna kuning
  5. E = Ekonomi yang bewarna pink
  6. I = Islam
Iklan

Ribuan Buaya di Belakang Rumah

buaya

Sejak kepindahan tugas kerja dari Banda Aceh ke Medan, sudah beberapa kali teman saya bilang bahwa di dekat kontrakan tempat tinggal saya sekarang ada penangkaran buaya. Begitu juga security disini bilang sambil menunjukkan jalan kearah penangkaran tsb.

Saya hanya menanggapi dengan santai awalnya, sampai pada beberapa minggu lalu, penasaran dengan penangkaran buaya ini yang konon hanya puluhan meter dari tempat tinggal saya.

Yang lebih menyeramkan sebenarnya, bahkan pernah buaya ini lepas dan bermalas-malasan di parit komplek.

21105568_10210843986168150_5991121231292958636_n (1)

alhasil, karena bujukan istri untuk jalan-jalan sore saya luluh.

akhirnya untuk pertama kali saya menjajaki dengan naik motor, padahal jaraknya dekat dengan menelusuri jalan setapak saja dan wew! konon berita di internet menyebutkan ini penangkaran terbesar di Asia tenggara yang dihuni 2500 buaya didalamnya.

Penangkaran buaya ini adalah milik perorangan keturuan tionghoa dengan lahan lebih kurang 2 ha saja.

*Wikipedia* Terletak di Jalan Bunga Raya Kecamatan Medan Selayang No.59 Desa Asam Kumbang, lima kilometer dari pusat Kota Medan, Taman Buaya ini berawal dari hobi Lo Tham Muk, warga lokal pada tahun 1959 akan hewan reptil.[1] Saat ini kebutuhan makan dari buaya-buaya itu menghabiskan setidaknya satu ton bebek atau ayam.[1] 

Hanya dengan 16k merogoh kocek saja kita bisa masuk dan melihat penangkaran ini, terlihat digambar seperti danau kecil yang dihuni ribuan buaya.

 

Walikota Padang tentang Pembangunan Ekonomi Ummat

wp-image--1990983047

Pemaparan singkat Ustadz Mahyeldi (Wako Padang) pagi tadi, ttg Kebijakan Pembangunan Ekonomi Ummat

Tentang Upaya Pemko Padang membuat Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) setiap keluharan, mendekatkan usaha kecil dengan kantung uang, terdapat 80 ribu UMKM, jika setiap usaha tsb adalah mata pencarian 1 keluarga, maka ada sekitar 325 ribu masy kota Padang atau separoh masy yg penghidupannya dr usaha kecil menengah
Begitu jg dengan kbijkan pro thd usaha kecil dengan kebijakan tidak memberi izin kpd investor yg tidak mau kompromi dgn produk lokal, dan sekilas ttg Minang Mart dan Dukungan thd Koperasi 212 dan pembangunan lainnya di bidang ekonomi Ummat


Kota Tua Medan

masjid kesawan

ini adalah wajah kota tua medan, tepatnya di kelurahan kesawan. Kawasan ini dari dahulunya sudah menjadi sentra bisnis di Kota Medan

Suara burung dan aroma percetakan menghiasi gedung2 tua yg masih berdiri. meskipun beberapa gedung tidak difungsikan lagi

 

LOGAT adalah IDENTITAS

Pernah dulu di Malaysia, bahasa sudah di Melayu2kan, tak mau dibilang ‘indon’ tapi ketahuan juga

Pernah waktu di jakarta, maunya gak ketauan dari daerah, lalu dibetawi2kan, ‘keluar’ tersebutnya dengan ‘e’ taling, ditambah lagi irama rendang, akhirnya ketauan juga, urang awak bana =D

Sekrang sudah di medan, sudah di medan2kan bunyinya masih Aceh, disangka pula orang Aceh,

Ndak pandai aku lagi doh, udah bercampur-campur logatnya, gimana tu ha =D

hikayatanakdeli

Just another WordPress.com site

Dewi Nur Aisyah

Sejernih cita, Sebening asa, Merajut cerita

ASSALAM SUMBAR

Bersatu Menjalin Ukhuwah

baiqrosmala.com

A Lifestyle Blog

blog Buya Mas'oed Abidin

Himpunan Tulisan, Komentar, dan Pemikiran tentang Adat Minangkabau, yang lazim disebut Adaik Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah, sebagai bagian tak terpisahkan dari Masyarakat Adayt, serta mata rantai perjuangan Bangsa Indonesia.

Telaga Kautsar

Menjadi Telaga Bagi Ekonomi,Keuangan dan Perbankan Islam

Roy Mahendra Blog

Menulis sesuatu yang sederhana, dengan cara sederhana ...

RANGTALU

sebelum semua hilang dari ingatan

Dodi Syahputra Malin Marajo

Hidup Kreatif, Kreatifkan Hidup | Tetap Semangat

Tujuah Koto Talago

Profil Daerah di 50 Koto Sumatera Barat

yaasinrahmat

Just another WordPress.com site

shahira site's

even words can changes everything

pejuangasa

memberi sinar, menebar cahaya

kamang darussalam

nan kuriak kundi nan sirah sago, nan baiak budi nan indah baso

oetoesan melajoe

soeloeh negeri, pelita alam

.:: MUSLIM MINANG

meniti jalan nabi dan sahabat

My Life, My Way

Think, Write, and Share..

Pradita Maulia

Bacalah dan Menulislah